Kecelakaan Mobil Pengantar Pengantin di Jeunib-Bireuen-Aceh

LINKBLOG - Sebuah Mobil Pengantar Pengantin mengalami Kecelakaan  di kawasan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen. Musibah ini tersebut terjadi pada Sabtu sore, 4 Juni 2016 antara Mobil Cenderawasih dan Mobil Penumpang L300, Mobil Grand Max mengangkut barang serta satu unit sepeda motor. Musibah tersebut menyebabkan satu orang korban meninggal di TKP  atas nama Fadhil sebagai Pengendara Sepeda Motor dan juga sebagai warga Jeubieb, Bireuen.
Berdasarkan tinjauan kelokasi Kecelakaan mobil dan sepeda motor yang mengalami kecelakaan rusak berat.

Berdasarkan Penuturan Seorang anggota Satlantas Polres Bireuen, kejadian tersebut bermula ketika Pengendara sepeda motor yang melaju dari arah Banda Aceh menuju Medan.
“Pengendara sepeda motor berusaha menyalib sebuah mobil, dan saat itu pula muncul Mobil L300 dari arah berlawanan dengan disopiri oleh Khusairi warga IDI Rayeuk dan kecelakaan laga kambing pun tidak dapat dihindari, akibatnya mobil  L300 menabrak mobil barang itu yang juga dari arah Banda Aceh,” sehingga supir Cendrawasih nomor dinding 067 mengerem mendadak dikarenakan ada orang yg terjatuh di depan mobilnya, pada saat itu  mobil korban yang berada tepat di belakang mobil tersebut langsung membanting setir ke arah kanan untuk mengelak mopen dan orang yang jatuh di atas badan jalan tersebut, pada saat itu supir an. Heri Murizal, 39, Desa Babah Krueng Kec. Bandar Dua Kab. Pidie Jaya, sempat membalas setir ke arah kiri sehingga membuat mobil terjungkal/terbalik di atas badan jalan tersebut dan mengakibatkan beberapa penumpang mengalami luka kritis dan meninggal dunia.
Dan kecelakaan tersebut telah ditangani oleh Polres Wilayah Bireuen. Untuk penyelidikan lebih lanjut, semua Alat Bukti telah di bawa ke Polres Bireuen.
“Satu yang meninggal, sedangkan sopir yang lain hanya luka-luka dan ada juga yang kritis, untuk Informasi yang lengkap tentang kritis berapa orang tim sedang mendata,” tegasnya.


Inilah data korban yang meninggal dunia dan luka-luka,
1. Muzakir, 30 th, kernet, Desa Babah Krueng Ule Gle meninggal dunia jenazah sudah di ambil oleh pihak keluarga untuk dikebumikan.
2. Najariah, 22 th, Mesjid Ulim Baroh Kec. Ulim Kab. Pijay.
3. Intan Hurrahmah, 18 th, Ule Rabo Kec. Jeunib, ( lk ringan)
4. Safrizal, 10 th, Irhob timu samalanga.
5. Suraida, 35, Irhob Timu kec. samalanga.
6. Zulkifli Ali, 49 th, Cot Glumpang Tunong Kec. Jeunib.
7. Darmiati, 46 th, Cot Glumpang Tunong.
8. Suryani, 50 th, Ule Rabo Jeunib.
9. Salbiah, 55 th, Cot Glumpang Tunong.
10. Nurbaiti, 47, Cot Glumpang Tunong.
11. Rauzah, 35 th, Cot Glumpang Tunong.
12. Munawar, 6 th.
13.Zainap, 40 th, Ule Rabo.
14. Wahyana, 22 th, Cot Glumpang Tunong.
15. Zakaria, 36 th, Cot Glumpang Tunong.
16. Darlina.
17. Mariamah.
18. M. Ramadhan.
19. Rohani.
20. Mursidah, 30 th, cot Glumpang Tunong kec. Jeunib (Kritis, Rujuk Rs. Fauziah Bireuen)
21. Manawiyah, (Kritis, Rujuk Rs. Fauziah).
Dan 7 (tujuh) orang korban Luka-luka yang belum terdata sudah di rujuk ke Rs. Fauziah Bireuen.


Tonton Videonya: 


 

Comments

Popular posts from this blog

Bayi Berkepala Dua Lahir di Tapanuli Tengah

Penumpang Maskapai Lion Air Ngamuk karena Disuruh Turun Jadi Viral di Sosmed

Viral.. Kisah Seorang ibu yang Menyerempet Mobil Orang Kaya.